N-TDC membagi perlombaan menjadi dua kategori, yaitu kategori debat bahasa Indonesia dan debat bahasa Inggris. N-TDC diikuti oleh berbagai universitas dari seluruh Indonesia, seperti Universitas Tidar, Universitas Ciputra Surabaya, President University, Universitas Kristen Petra, hingga Universitas Pendidikan Indonesia. Rangkaian acara N-TDC sendiri dimulai dari bulan Februari dengan tahapan pre-eliminasi, semifinal, hingga puncaknya grand final yang dilaksanakan pada hari ini.
Acara ini diinisiasi oleh Prof. Parmin selaku Wakil Rektor Bidang 3 Universitas Tidar. Selain untuk memperingati hari Supersemar, N-TDC diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkenalkan Universitas Tidar ditingkat nasional, khususnya luar Jawa. Meskipun diselenggarakan pertama kali, N-TDC diharapkan dapat menjadi acara tahunan yang akan diselenggarakan rutin setiap tahunnya sebagai bentuk kegiatan dari Universitas Tidar. Selain itu, kemungkinan untuk diadakannya acara-acara serupa akan semakin besar.
Riski Muktiana, selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan N-TDC terdapat kendala berupa efisiensi anggaran dari pusat dengan pemotongan biaya sekitar 40%. Tak hanya itu, adanya miskomunikasi dari peserta terkait jadwal penutupan pendaftaran juga turut menambah kendala dalam acara ini. Riski Muktiana berharap N-TDC ini dapat terus berlangsung menjadi event tetap setiap tahunnya. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan, antusias peserta yang sangat besar hingga mampu memenuhi jumlah maksimum pendaftar menjadi salah satu alasan Riski bahwa dirinya cukup puas atas acara N-TDC ini.
Nathiq, mahasiswa pendidikan bahasa Inggris sebagai penonton mengungkapkan turut bangga terhadap Universitas Tidar yang telah mengadakan N-TDC.
“Pertama bangga ya, karena Untidar bisa ngadain perlombaan yang tingkatannya nasional dan diikuti oleh universitas-universitas besar di indonesia. Semoga next time tidak hanya ditingkat nasional aja, tapi bisa ditingkat internasional. Untidar dapat mencatat generasi-generasi yang kedepannya menjadi debaters yang profesional,” ungkapnya.