(Sumber: Google, Gedung Danantara Indonesia)

Apa itu Danantara?

    Daya Anagata Nusantara atau yang sering disebut Danantara memiliki arti simbolis dari kata daya yang berarti energi, anagata berarti kekuatan di masa depan, dan nusantara memiliki arti kekuatan ekonomi. Danantara adalah dana investasi yang menjadi energi kekuatan Indonesia di masa depan.

    Pada awalnya, Danantara dibentuk untuk menggantikan fungsi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalisme dalam merancang serta mengelola aset negara dengan baik. Pengelolaan aset negara yang utama memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti Pertamina, PLN, Telkom, dan lain-lain.

    Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Danantara pada Senin, 24 Februari 2025. Ide Danantara merupakan visi Prabowo Subianto yang ingin menciptakan entitas super holding. Entitas badan usaha menjadi ide dari Temasek Holdings di Singapura atau Khazanah Nasional di Malaysia. Namun, kehadiran Danantara semakin rumit karena terhalang dari legalitas dan resistensi internal. Alasannya, Danantara takut menjadi Badan Usaha yang kuat tanpa pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, sebelum peluncuran Danantara, Dewan Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), merancang ulang atau revisi UU BUMN dalam waktu tiga hari. Revisi UU tersebut memiliki hasil bahwa Kementerian BUMN tetap memiliki peran signifikan dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait pengangkatan direksi dan komisaris.

    Tugas-tugas Danantara sebagai berikut:
  1. Danantara bertanggung jawab mengelola aset BUMN. Aset ini mencakup tujuh BUMN besar, antara lain Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), PLN, Pertamina, Bank Negara Indonesia (BNI), Telkom Indonesia, dan Mining Industry Indonesia (MIND ID).
  2. Mengonsolidasikan kekuatan ekonomi yang sebelumnya tersebar di berbagai BUMN dengan harapan pengelolaan aset negara menjadi lebih efisien dan terarah, serta mampu bersaing ditingkat global.
  3. Danantara bertugas mencari peluang investasi baru yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi negara. 
  4. Danantara diharapkan dapat meningkatkan dividen untuk negara.
    Dampak yang ditimbulkan dari disahkannya Danantara:
  1. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga negara Indonesia. Lapangan pekerjaan tersebut berkaitan dengan proyek strategis Danantara, seperti pertambangan, energi terbarukan, dan proyek ketahanan pangan.
  2. Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi negara. Danantara dapat berkontribusi secara signifikan melalui investasi strategis di sektor prioritas, seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, dan industri yang berpusat pada ekspor.
  3. Meningkatkan produktivitas aset BUMN. Danantara dapat mengelola aset negara secara efisien dan profesional, sehingga produktivitas dan nilai aset BUMN bisa mencapai peningkatan yang lebih baik.
    Meskipun demikian, peluncuran Danantara sempat membuat publik cemas, salah satunya seperti yang tercantum dalam draf RUU BUMN, menyebutkan bahwa Menteri BUMN, Badan Pengawas, dan Pegawai BPI Danantara tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum atas kerugian apabila dapat membuktikan: 
  1. Kerugian tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya.
  2. Telah melakukan pengurusan dengan iktikad baik dan berhati-hati sesuai dengan maksud dan tujuan investasi serta tata kelola.
  3. Tidak memiliki benturan kepentingan, baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengelolaan investasi.
  4. Tidak memperoleh keuntungan pribadi secara tidak sah.





Referensi :

Laidi, Ihsan. (2025). Begini Cerita Lahirnya Danantara dan Kontroversi di Baliknya. Diakses pada 3 Maret 2025. https://www.berdaulat.id/begini-cerita-lahirnya-danantara-dan-kontroversi-di-baliknya/

Danantara Indonesia. (2025). Diakses pada 3 Maret 2025 dari https://www.danantara.id/

Erwina & Irawan. (2025). Apa Dampak Langsung Danantara bagi Masyarakat Umum?. Diakses pada 9 Maret 2025.
https://www.kompas.com/tren/read/2025/02/25/050000865/apa-dampak-langsung-danantara-bagi-masyarakat-umum-?

Grehenson, Gusti. (2025). Pakar UGM Ungkap Dampak Positif dan Negatif Kemunculan Danantara. Diakses pada 9 Maret 2025. https://ugm.ac.id/id/berita/pakar-ugm-ungkap-dampak-positif-dan-negatif-kemunculan-danantara/

Noviani, A., & Noviani, A. (2025, February 11). Pengurus BPI Danantara Bisa Lolos dari Tanggung Jawab Hukum Meski Rugi. Bisnis.com. https://market.bisnis.com/read/20250211/192/1838691/pengurus-bpi-danantara-bisa-lolos-dari-tanggung-jawab-hukum-meski-rugi


Penulis: Safira Safa Ainna, Fadilla Rahma, Uswatun Khasanah, Erawati








Post a Comment

Lebih baru Lebih lama