Sumber: detik.com
(Foto hari ke 3 retreet kepala daerah di Magelang)

        MAGELANG - Retret telah diselenggarakan selama tujuh hari berturut-turut, dari tanggal 21-28 Februari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai pembekalan terhadap kepala dan wakil daerah yang telah dilantik. Sekitar 503 kepala dan wakil daerah yang diharapkan hadir mengikuti kegiatan retret ini, tetapi terdapat beberapa yang tidak mengikutinya. Presiden Prabowo sendiri tiba pada Kamis sore (26/2) menggunakan helikopter di Bandara Adisucipto Yogyakarta.

    Kegiatan retret didasarkan pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pembinaan dan penyelarasan penyelenggaraan pemerintah daerah. Kegiatan pembekalan ini menghadirkan pembicara dari ketua KPK, ketua BPK, Jaksa Agung, kepala BPKP, dan kepala polri, tujuannya agar kepala dan wakil daerah dapat memahami visi kepemimpinan nasional, meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat, dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif sekaligus menjadi ajang bagi para kepala daerah untuk membangun jaringan dan mempererat koordinasi antar wilayah. Materi pertama oleh Lembaga Ketahanan Nasional, tujuannya untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan menanamkan semangat bela negara bagi kepala daerah, serta dapat menjalankan tugas dengan lebih baik sesuai kepentingan nasional. Materi kedua oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih tentang asta cita mencakup berbagai isu strategis seperti ketahanan pangan, irigasi, pendidikan, kesehatan, dan kependudukan. Dengan demikian, kebijakan-kebijakan yang diterapkan di daerah dapat lebih selaras dengan strategi pembangunan nasional. Materi ketiga oleh menteri lain tentang pengelolaan anggaran APBN Indonesia pada tahun 2025 mencapai 3.600 triliun dengan 1.300 triliun ada di pemerintahan daerah.

Sumber: redaksi8.com
(Foto Gubernur yang turut serta dalam kegiatan retret di Magelang)

        Bima Arya, wakil menteri dalam negeri, menuturkan bahwa hal ini penting untuk mengawal eksekusi dan pelaksanaan ribuan triliun uang rakyat. Terlebih dalam instruksinya, Presiden Prabowo Subianto menyasar anggaran pemerintah daerah untuk memangkas anggaran sebagai salah satu bentuk efisiensi anggaran hingga 306,69 triliun yang terdiri dari efisiensi lembaga sebanyak 256,1 triliun dan 50,59 dari transfer daerah sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun anggaran 2025. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun 2025. Efisiensi anggaran ini berlaku dalam berbagai bentuk meliputi: 
  1. Pemotongan belanja perkantoran, pemeliharaan, perjalanan dinas, bantuan pemerintah, pembangunan infrastruktur, dan pengadaan peralatan dari mesin.
  2. Membatasi belanja untuk kegiatan seremonial, kajian, studi banding, dan seminar. Memfokuskan alokasi anggaran untuk pelayanan publik.
  3. Lebih selektif dalam memberikan hibah
  4. Mengurangi belanja honorarium
  5. Mengurangi belanja perjalanan dinas sebesar 50%
  6. Mengurangi belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output

        “Presiden jelas pesannya. Efisiensi memang memangkas anggaran yang tidak masuk akal dan tidak memotong honor (pegawai/kegiatan) yang diperlukan,” imbuhnya pada Jumat, (14/2).

        Bima Arya, wakil menteri dalam negeri, mengatakan bahwa pelaksanaan retret kepala daerah Pilkada tahun 2024 sudah pasti akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Bima juga menjelaskan jika pelaksanaan retret gelombang pertama diperuntukkan bagi kepala daerah terpilih yang sudah tidak memiliki perselisihan dan gugatan dari Mahkamah Konstitusi (MK), sedangkan gelombang dua diperuntukkan untuk kepala daerah terpilih yang hasil pemilihannya digugat oleh MK. Masalah tersebut tidak berlanjut hingga pemungutan suara ulang, sehingga pelaksanaan retret gelombang dua belum dapat diputuskan.

     Bima, kepala media Akademi Militer Magelang, mengatakan bahwa peserta retret secara keseluruhan adalah 503, tetapi dalam catatan hanya terdaftar 493.

        "Jadi masih ada 10 yang belum tergabung. Bagi 10 kepala daerah yang belum mengikuti retret gelombang satu, maka akan diikutkan pada retret gelombang kedua," imbuhnya pada Senin, (24/2). (AAP/lCL/SA/NPW)




Editor: Susanti

Referensi:
https://www.antaranews.com/berita/4616822/wamendagri-sebut-retret-kepala-daerah-berlangsung-                dalam-dua-gelombang
https://www.kompas.id/artikel/apa-saja-agenda-kepala-daerah-selama-retret-tujuh-hari-di-magelang
https://www.metrotvnews.com/play/b7WCgZ9z-retret-kepala-daerah-dianggap-sekadar-kegiatan-                    seremonial 



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama